Peribahasa Indonesia dan artinya

Peribahasa Indonesia

Peribahasa Indonesia – Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang penuh maksa. Seiring dengan berkembangnya sastra sejak nenek moyang, bahasa Indonesia pun menjadi salah satu bahasa yang dikenal oleh dunia dan salah satu materi yang perlu dipelajari dalam pendidikan sekolah dengan mata pelajaran bahasa Indonesia adalah peribahasa atau pepatah.

Arti Peribahasa

Arti peribahasa atau  pepatah adalah susunan kata yang mempunyai  mengandung aturan dasar dalam berperilaku. Jika peribahasa berupa ungkapan yang sangat baik, maka disebut dengan istilah aforisme. Pepatah juga dapat diartikan menjadi ungkapan secara tak langsung yang memiliki makna tersirat dalam penyampaian pesan oleh pembaca atau pendengarnya.

Peribahasa Indonesia memiliki ciri khusus dan struktur yang tidak tetap. Meskipun demikian kata yang ada di dalamnya peribahasa tersebut  tidak bisa diubah atau dimodifikasi. Umumnya pepatah ini digunakan untuk tujuan menyindir atau memperindah bahasa. Susunan Kata-katanya yang begitu enak didengar dan sangat teratur yang dibentuk berdasar pandangan hingga perbandingan pada alam hingga peristiwa yang dekat dengan masyarakat sekitar. Peribahasa Indonesia memiliki  memiliki jenisnya masing-masing, diantaranya adalah:

Jenis-jenis Peribahasa

  • Bidal atau pameo yaitu pepatah dengan kandungan ungkapan yang bisa berarti  sindiran hingga peringatan. Contoh peribahasa jenis pameo misalnya malu bertanya, maka sesat di jalan yang bermakna jangan takut bertanya agar hidup kita bertujuan atau terarah.
  • Pepatah yaitu jenis peribahasa yang makna khususnya adalah untuk nasihat. Biasanya pepatah adalah berasal dari orang tua zaman dulu yang umum dipakai untuk mematahkan dari lawan bicaranya. Contohnya misalnya bagai bumi dan langit yang maknanya adalah perbedaan yang amat sangat jauh.
  • Semboyan yakni kumpulan kata, kalimat hingga frasa yang umum digunakan menjadi prinsip hingga pedoman. Contoh semboyan misalnya rajin pangkal pandai dan hemat pangkal kaya.
  • Perumpamaan yaitu isinya kata-kata yang mengungkapkan kondisi dan kelakuan seseorang sehingga bisa diambil perbandingannya dari alam sekitarnya. Perumpamaan umumnya diawali dengan kata “bak”, “bagai” dan lainnya. Contoh perumpamaan di peribahasa Indonesia misalnya bagai pinang yang dibelah dua yang artinya adalah sama persis dimana bisa ditujukan pada orang atau bisa juga kondisi.
  • Ungkapan merupakan kalimat kiasan terkait keadaan dan kelakuan seseorang. Umumnya ungkapan dinyatakan dengan beberapa patah kata atau pepatah. Contoh dari ungkapan peribahasa dan artinya seperti besar kepala yang artinya sombong atau panjang tangan yang berarti suka mencuri.
  • Tamsil yaitu kalimat kiasan yang tujuannya adalah untuk membandingkan sesuatu hal ataupun perkara. Contoh tamsil yang paling sering di dengar yakni tua-tua keladi yang makin tua makin menjadi.

Kumpulan Peribahasa 

  1. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang
  2. (Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta)
  3. Ada udang dibalik batu
  4. ada maksud tersembunyi
  5. Ada gula ada semut
  6. dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian
  7. Ada asap ada api
  8. segala akibat pasti ada sebabnya
  9. Air beriak tanda tak dalam
  10. orang yang banyak bicara, biasanya kurang berilmu
  11. Air tenang menghanyutkan
  12. orang pendiam, tapi banyak ilmu
  13. Air susu dibalas dengan air tuba
  14. kebaikan yang dibalas dengan kejahatan
  15. Air tenang jangan disangka tiada buayanya
  16. orang pendiam belum tentu penakut
  17. Anjing menggonggong kafilah berlalu
  18. tidak peduli pada omongan, cemoohan, cibiran orang lain
  19. Ayam berkokok hari siang
  20. mendapatkan sesuatu yang telah lama diidamkan
  21. Adat pasang berturung naik
  22. nasib orang tidak akan selamanya sama, pasti ada senang dan sedih
  23. Air jernih ikannya jinak
  24. suatu negeri atau wilayah makmur dengan penduduk yang juga ramah
  25. Asam di darat, ikan di laut, bertemu di belanga
  26. kalau sudah jodoh, pada akhirnya nanti akan bertemu juga
  27. Tak ada gading yang tak retak = Segala sesuatu tidak ada yang sempurna, pasti ada cacatnya
  28. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian = Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian
  29. Seperti padi, kian berisi, kian merunduk = Semakin tinggi ilmunya, semakin rendah hatinya
  30. Sambil menyelam minum air = Mengerjakan suatu pekerjaan, dapat pula menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang lain.
  31. Sepandai-pandai tupai meloncat, jatuh juga = Tidak ada orang yang sempurna, setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan/kejahatan/kegagalan.
  32. Badai pasti berlalu = Segala penderitaan pasti ada akhirnya
  33. Bagai bumi dan langit = Dua hal yang mempunyai perbedaan sangat jauh. Contoh : Naik sepeda dengan naik mobil, kecepatannya “bagai bumi dan langit”
  34. Bagai musuh dalam selimut = Orang terdekat yang diam-diam berkhianat
  35. Kacang lupa akan kulitnya = Orang sombong yang lupa asal-usulnya
  36. Seperti harimau menyembunyikan kuku = Orang yang tak mau menyombongkan kelebihannya
  37. Air yang tenang jangan disangka tak berbuaya = Seseorang yang diam tenang jangan dianggap tidak berisi/berilmu
  38. Ada gula ada semut = Dimana ada kebaikan, pasti ada kejahatan
  39. Besar pasak daripada tiang = Besar penegluaran daripada pendapatan
  40. Bagai air di daun talas = Orang yang tidak tetap pendiriannya
  41. Dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung = Hendaklah kita menuruti adat-istiadat setempat
  42. Air susu dibalas air tuba = Kebaikan dibalas dengan kejahatan
  43. Air tenang menghanyutkan = Orang pendiam biasanya banyak ilmu
  44. Air beriak tanda tak dalam = Orang yang sombong biasang bodoh
  45. Karena nila setitik, rusak susu sebelangga = Hanya karena kesalahan kecil yang nampak tiada artinya seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan.
  46. Ada udang di balik batu = Ada maksud tertentu
  47. Semut di sebrang lautan tampak, Gajah di kelopak mata tidak tampak = kesalahan kecil orang di perlihatkan atau di bicarakan, diri sendiri punya kesalahan besar sprti tidak merasa bersalah.
  48. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing = Pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama
  49. Bagai katak dalam tempurung = Seseorang yang wawasannya kurang luas, bodoh, picik.
  50. Sepala-pala mandi biarlah basah (artinya mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung)
  51. Segenggam digunungkan, setitik dilautkan (artinya sangat dihargai)
  52. Selama hayat dikandung badan (artinya selama masih hidup)
  53. sebagai anai-anai bubus (artinya berduyun-duyun atau berkerumun banyak sekali)
  54. Sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang (artinya sedangkan waktu berpencaharian tiada tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur)
  55. Seperti cacing kepanasan (artinya tidak tenang, selalu gelisah karena susah, malu)
  56. Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan (artinya sejauh-jauh orang merantau, akhimya kembali ke tempat asalnya atau kampung halamannya juga)
  57. Seperti abu di atas tanggul (artinya tidak tetap kedudukannya sewaktu-waktu dapat dipecat)
  58. Sungguhpun kawat yang dibentuk, ikan di laut yang diadang (artinya sungguhpun nampaknya tak ada suatu maksud, tetapi ada juga yg dituju)
  59. Sebelum ajal berpantangan mati (artinya tidak akan mati sebelum sampai waktunya)
  60. Subur karena dipupuk, besar karena ambak / besar ambak, tinggi dianjung (artinya orang besar atau tinggi kedudukannya karena dimuliakan oleh anak buahnya atau pengikutnya)
  61. Rusak bangsa oleh laku (artinya biarpun orang berbangsa tinggi, tetapi kalau berkelakuan buruk)
  62. Rusak anak oleh menantu (artinya orang yang kita kasihi merusakkan harta yang kita berikan kepadanya)
  63. Orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya anak baik menantu molek (artinya mendapat keuntungan yang berlipat ganda)
  64. Pelanduk di dalam cerang rimba (artinya kehilangan akal atau gelisah sekali)
  65. Pecah anak buyung, tempayan ada (artinya tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri)
  66. Orang mengantuk disorongkan bantal  (artinya memperoleh apa yang diinginkannya)
  67. Ombak yang kecil jangan diabaikan (artinya  perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga)
  68. Laki  pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan (artinya lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri)
  69. Langkas buah pepaya (artinya hal yang tidak mungkin, mustahil)
  70. lain yang diagak lain yang kena (artinya yang dimaksudkan berlainan dengan yang didapat)
  71. lempar batu sembunyi tangan (artinya melakukan sesuatu kegiatan dsb, tetapi kemudian berdiam diri seolah – olah tiada tahu  menahu)
  72. Ladang yg berpunya (artinya perempuan yg sudah kawin)
  73. Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan (artinya bagaimana pun manusia tidak akan luput dari kekhilafan atau kesalahan)
  74. Layar menimpa tiang (artinya kawan menjadi lawan)
  75. Mengairi sawah orang (artinya menguntung orang lain)
  76. Mengalang-alang leher, minta disembelih (artinya mengharapkan kesusahan atau kecelakaan)
  77. Membeli menang memakai kalah (artinya barang yang baik memang mahal harganya, tetapi dapat lama dipakai)
  78. Mencabik baju di dada (artinya menceritakan aib sendiri kepada orang lain)
  79. Menegakkan benang basah (artinya melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan)
  80. Menggantang anak ayam (artinya mengerjakan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia untuk dikerjakan)
  81. Memikul di bahu, menjunjung di kepala (artinya mengerjakan sesuatu menurut aturan)
  82. Tangan mencencang (memetik, menetak) bahu memikul (artinya siapa yang salah harus menanggung hukuman)
  83. Gelegar buluh (artinya besar cakap, tak berisi)
  84. Geleng spt si patung kenyang (artinya berjalan dengan sombong, congkak)
  85. Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan (artinya tidak mau menolong atau bergaul dengan keluarga sesudah keadaannya bertambah baik, kaya, dsb)
  86. Gengam erat membuhul mati (artinya memegang perjanjian)
  87. Gamak-gamak seperti menyambal (artinya hanya dengan coba – coba atau kira – kira saja)
  88. Gayung bersambut, kata berjawab (artinya menangkis serangan orang, menjawab (melayani) perkataan orang)
  89. Gila di abun – abun (artinya mengharapkan sesuatu yang mustahil)
  90. Gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama (artinya orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk)
  91. Galas terdorong kepada Cina (artinya sesuatu yg sudah terlanjur, tak dapat dicabut kembali)

Kesimpulan

Demikianlah Peribahasa Indonesia dan artinya serta kumpulan peribahasa Indonesia yang dapat mimin sajikan, Adapun kalian yang ingin cari tahu jenis-jenis puisi kalian bisa lihat disini semoga bermanfaat dan dapat memperkaya wawasan kita semua. 

Baca Juga:  Cara Redirect HTTP ke HTTPS pada Website